Ekstra Part 1

3412 Kata

Daun-daun kuning berjatuhan dan semilir angin yang sejuk membuat siang ini menjadi lebih damai. AKu kembali memejamkan mata saat hiruk pikuk siswa di kantin menenggelamkan suara Rey yang sedang mencari keberadaanku. Tapi bukan Rey namanya jika tidak menemukan tempatku bersembunyi. Karena baru beberapa menit aku memejamkan mata, dia sudah meninju perutku sampai membuat aku terbatuk. "Kenapa sih hobby banget menghilang kalau jam istirahat. Kalau aku ke kelas pasti kamu udah nggak ada." Gerutunya. Aku hanya mendesah saja tidak menanggapi. Terlalu malas. Aku hanya ingin memejamkan mata sebentar karena semalam aku kurang tidur gara-gara meladeni sifat manja Ayahku. Kami sekarang sudah duduk di kelas dua SMP. Kami berada di sekolah yang sama sesuai kesepakatan kami sebelumnya. Tapi kami mendap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN