BAB 96. Kesempatan Meluapkan Emosi

2127 Kata

Siang hari Regarta pulang dengan banyak luka lecet di tubuhnya. Aku kaget dan khawatir tapi suamiku hanya langsung masuk kamar saja lalu membenamkan tubuhnya di alam selimut dan diam saja kurang lebih sudah setengah jam. Aku menghormatinya yang tidak ingin di ganggu, karena itu aku menghargainya yang terlihat tidak ingin di ganggu itu. Aku keluar menghampiri Bunda di dapur yang juga terlihat mendesah karena Ayah Adrian begitu pulang juga langsung mengunci dirinya di dalam ruang kerja. Sepertinya ada yang terjadi di antara keduanya, tapi mereka pulang dengan akur jadi kemungkinan mereka bermasalah dengan orang lain. “Biarin aja dulu, mereka lagi marah.” Ucap Bunda lembut. Aku mengangguk saja dan ikut membantu Bunda menyiangi sayuran di meja. “Kayaknya abis berantem deh mereka, Ayah juga ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN