Bangun pagi sambil menikmati pemandangan Wendy di penuhi bercak merah akibat ulahku entah kenapa sangat menyenangkan. Aku tersenyum simpul membayangkan desahan dan teriakannya kemarin hingga menjelang pagi tadi. Bisa dibilang, itu adalah malam paling panas milik kami setelah kami di buat gila oleh pekerjaan sebelum Bulan Madu. Rasanya puas sekali menyiksanya dalam kenikmatan. "Jangan ganggu aku Regarta! aku sudah sampai ke batas kesabaranku." Gerutunya ketika aku mengecupi lehernya untuk membangunkannya. "Aku cuma mau tanya cantikku, pagi ini mau sarapan apa? atau jangan-jangan kamu mau sarapan Resa?" balasku kemudian terkikik geli. "Aku potong Resa kalau kamu berani sentuh aku lagi." Balasnya nyaris berteriak sambil memukulku menggunakan bantal kemudian meringkuk lagi di dalam selimu

