Aku menggandeng tangan Wendy erat ketika memasuki pelataran Panti Asuhan ini. Mengingat tujuh tahun sudah berlalu, Brandon pasti sudah keluar dari penjara. Anak-anak terlihat menyambut hangat kedatangan kami. Ibu Anggun menatapku kemudian tersenyum tipis. Wajahnya masih sama seperti tujuh tahun lalu. Dan di pelukannya ada anak kecil yang entah kenapa menurutku itu mirip sekali dengan Brandon. Tidak lama kemudian Anggun keluar dari dalam panti dan ikut membantu menghandle anak-anak agar patuh dan tidak nakal. Dia tidak berani menatap mataku sedikitpun. Matanya terus fokus pada anak-anak. Dia seperti sengaja tidak ingin menatapku ataupun menatap Wendy. “Aku seneng dia sukses sekarang jadi Ballerina.” Bisik Wendy dengan senyuman yang di dalamnya tidak ada maksud buruk sedikitpun. Dia bahkan

