Aku terguling dan menghantam trotoar. Telingaku sempat berdengung beberapa saat karena kepalaku terkena tiang besi di pinggir jalan. Tapi aku tetap mati-matian berusaha bangun karena suara hantaman keras dan teriakan Wendy dan orang-orang membuat hatiku hancur berantakan. Aku ingin berharap Wendy baik-baik saja, bukan Wendy yang terhantam truk sampai terdengar suara hantaman sekeras itu. Tapi rasanya mustahil yang tertabrak tadi bukan Wendy. Air mataku jatuh begitu saja dan aku menoleh ke belakang untuk berpegangan. Di sana aku melihat Rama menyeringai. Demi Tuhan aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri nanti. Kesabaranku sudah habis. Dunia rasanya kiamat saat aku melihat Wendy tergeletak berlumuran darah. Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku setelah bersusah payah menghampirinya.

