BAB 90. Laki-laki yang Pura-pura Kuat

2245 Kata

“Tadi Ayah datang terus nitipin s**u coklat kacang buat kamu.” Ucapku ketika Regarta datang sore ini. Wajahnya kusut dan terlihat lelah seperti kurang tidur. Padahal aku selalu melihat dia memejamkan mata di pelukanku saat aku terbangun malam hari. Apakah kecurigaanku bahwa dia sebenarnya tidak tidur, hanya memejamkan mata saja itu benar? Kadang aku jadi sangat penasaran, sebenarnya seberapa hancur laki-laki ini? Apakah sebenarnya dia jauh lebih hancur dari aku? Karena perasaan inilah aku terus berusaha bangkit dan kembali ceria. Aku mulai mau tertawa bersama yang lain sekalipun awalnya aku memaksakan diri. Demi tidak membebani Regarta dengan kehancuranku karena dia juga hancur lebur. “Aku ketawain kamu soalnya kamu kaya bocah aja di jajanin s**u coklat kacang.” Kekehku geli. Regarta ters

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN