BAB 38. Kejahilan Regarta

1872 Kata

Rasanya masih malu sekali jika mengingat kejadian kamarin. Entah keberanian dari mana aku bisa jadi senakal itu pada suamiku. Bahkan aku memasukkannya ke dalam mulutku? Astaga mau di taruh di mana wajahku? Regarta mengeratkan pelukannya dan mengecupi kepalaku. Jangan kalian pikir setelah percintaan panas kami yang pertama kemarin lantas semuanya selesai. Kami melakukannya lagi di kamar mandi sore harinya, lalu berlanjut ke ranjang hingga menjelang tengah malam. Kami bahkan absen dari makan malam keluarga. Berandalan ini membuat berbagai macam alasan untuk bisa terus mengurungku. Tapi malamnya aku di masakkan makanan lezat olehnya. Tidak pernah menyangka bahwa laki-laki ini ternyata lumayan juga masakannya. Dia memanjakanku hingga kami kembali ke ranjang dan tidur hingga pagi ini. "Ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN