Mendengar cerita-cerita Wendy tentang apa yang di lakukan Sarah membuat aku semakin marah. Tapi sejak dulu aku selalu di ajarkan tentang Prioritas. Karena itu aku menahan perasaan ingin membalas. Aku diam sambil terus menumpuk dendam yang semakin lama semakin menggunung. Apalagi keadaan Media yang jika sedang tenang, Sarah selalu membuat status ambigu yang ujungnya selalu berakhir dengan Wendy di Bully habis-habisan oleh penggemarnya. Aku benar-benar sudah merasa sangat geregetan ingin menghancurkannya. Tapi prioritasku sekarang adalah Launching produk baru dan Sa Furniture dulu yang butuh Reformasi Karyawan. Untungnya Wendy sangat sabar dan pengertian. Aku tidak menyangka bahwa dia bisa seberubah ini setelah tujuh tahun kami berpisah. Kepribadiannya berubah, sikapnya berubah dan caranya

