Di luar prediksi, aku ternyata di jaga sangat ketat oleh Ayah. Ayah melakukannya sendiri tidak menggunakan anak buahnya. Karena itu, aku benar-benar tidak bisa melarikan diri. Aku benar-benar jadi anak baik yang beristirahat di kasurku dengan bosan, hingga beliau akhirnya mengijinkan aku untuk menjenguk Wendy setelah aku merengek dengan menyebalkan. Dan yang aku takutkan terjadi. Bukan hanya menyalahkan dirinya sendiri atau ketakutan hebat, tapi Wendy trauma hebat sampai harus di tangani oleh pskiater. Istriku tidak tersenyum lagi, hanya terus menangis sambil memelukku. Wendy bahkan ketkutan bertemu orang lain selain aku. Karena itu aku tidak bisa meninggalkannya. Aku juga hancur lebur, tapi aku tidak bisa membiarkan Wendy lebih hancur dari ini dengan melihat kehancuranku. Karena itu ak

