Lamaran Diudara

3411 Kata

Langit senja mengambang indah di balik jendela bandara Soekarno-Hatta. Warna oranye yang merambat pelan di antara awan tampak seolah - olah ikut memantulkan gejolak perasaan di d**a Dhannis. Di sampingnya, Pak Windra duduk dengan tenang, membenahi sabuk pengaman dan meletakkan boarding pass ke dalam saku jaketnya. Dari satu jam yang lalu mereka sudah bersama di lounge bandara. Percakapan mereka cukup lancar karena ini adalah pertemuan yang ketiga, bukan lagi obrolan basa - basi. Pembicaraan mereka agak serius dan berkembang, mulai dari rumah sakit, perusahaan, bisnis hingga membicarakan soal penyakit, mirip konsultasi pasien dengan dokter. Kini mereka duduk berdampingan lagi di kelas bisnis, barisan kursi yang lapang, nyaman, dan cukup tenang untuk menghabiskan waktu hampir dua jam pener

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN