Ina-Adel dan Papa Mereka

2705 Kata

Langit Jakarta di Jumat sore menjelang malam tampak kelabu. Awan bergelayut berat, seolah menyimpan sisa gerimis yang belum tumpah. Tapi di dalam hati Dhannis, suasana jauh dari muram. Bahkan sebaliknya, hatinya justru berbunga - bunga. Ia baru saja memarkir mobilnya di gedung parkir kedatangan internasional, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Bandara sore itu ramai, seperti biasa. Orang - orang berlalu lalang dengan koper masing - masing, wajah - wajah yang membawa cerita sendiri. Namun, dari semua penumpang yang tiba, Dhannis hanya menunggu satu. Sosok yang wajahnya terus membayang di pikirannya selama empat hari terakhir sejak mereka berpisah di Singapura Senin lalu. Setelah berjalan cepat menyusuri lorong menuju terminal kedatangan, Dhannis sampai di lobby utama. Matanya menyapu keru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN