Sore itu langit Jakarta tampak mendung, tapi sepertinya belum akan turun hujan dalam waktu dekat, gelapnya tidak terlalu pekat. Ina duduk di atas tempat tidur sambil bersandar, Ia juga menyangga tubuhnya dengan bantal. Ia memegang ponselnya erat sambil menahan tawa mendengar cerita Adel soal bu Anggita.. "Gila kamu, Del! Kalo Papa tahu kamu ngomong gitu sama Bu Anggit, apa nggak marah, tuh?" tanya Ina, setengah terkejut setengah geli, ketika mendengar cerita dari sang adik di ujung telepon. Suara Adel terdengar santai dari seberang. "Papa nggak mungkin marah, aku kan sebenarnya lagi bantuin Papa supaya prosesnya cepat." "Mana bisa yang kayak gitu dipercepat Del ... Itu kan keputusan mereka bersama, perlu penyesuaian dulu, kalau sudah sesuai, pasti mereka mau pacaran dulu, kalau sudah me

