Siksaan Untuk Dhannis

1912 Kata

Ina mengangguk kecil tanpa berpaling darinya. "Aku nggak mau kamu balik ke hotel. Malam ini aku cuma mau sama kamu." Kalimat itu keluar begitu lirih, hampir seperti bisikan yang tertahan antara keberanian dan rasa rindu yang terlalu dalam. Sejenak, hanya suara hujan yang terdengar dari balik jendela yang mulai berembun. Dhannis menoleh pelan. Ia menatap gadis di hadapannya yang bahkan tidak menatapnya balik, seolah takut jika permintaannya ditolak. Dhannis mengangkat tangan, menyentuh pipi Ina yang hangat, lalu dengan lembut memiringkan wajah gadis itu agar menatapnya. "Kalau kamu minta gitu … ya udah, hotelnya anggap aja sumbangan buat kasur kosong," ucapnya pelan dengan senyum lembut di bibirnya, senyum yang tak pernah sembarangan ia tunjukkan ke siapa pun. Ina menatap Dhannis dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN