Soal Masa Lalu

3205 Kata

Papa Windra masih menahan senyum bahagia di wajahnya. Baru saja telepon dari Ina ditutup, rasa hangat itu masih membekas di dadanya. Ada kabar yang membuatnya merasa menjadi orang yang paling beruntung, sebentar lagi ia akan menimang cucu kedua. Bayangan tentang keceriaan baru di keluarga seakan menari - nari di pikirannya. Belum sempat ia menenangkan perasaan itu, pintu mobil dari luar terbuka. Ia sempat menunduk sekilas, memastikan memang benar yang ada di dalam mobil itu adalah Pak Windra, padahal jelas - jelas di luar mobil ada Pak Yono, sopir setia keluarga itu, berdiri menunggu ia keluar dari gerbang sekolah. Bu Anggita masuk dengan wajah sedikit kelelahan, tapi matanya menangkap jelas ekspresi cerah Papa Windra. "Kenapa senyum - senyum, kayaknya happy banget?" tanya Bu Anggita, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN