Bye Singapore…

3032 Kata

Sepulang dari makan siang bersama, rombongan keluarga besar akhirnya berpencar. Mama Citra, Uncle Adam, dan Tommy berpisah lebih dulu karena mereka ada keperluan lain, Tante Windi sudah menunggu di depan lobby restoran menjemput mereka. Setelah pamit, mereka bertiga melambaikan tangan ke arah Pak Windra om Rayyan, Ina dan Dhannis. Adel tidak ikut bersama Ina dan papanya sore itu. Ia sudah ada janji dengan teman - temannya dan memilih pergi sendiri dari restoran, tentu saja dengan mantan sopir mamanya, Seto, yang sekarang jadi sopirnya. Lagipula, siang menjelang sore ini bukan hari istimewa apa pun, hanya momen spontan ketika Pak Windra mengajak putrinya melihat rumah barunya yang akan segera ia tempati minggu depan bersama Adel. Ina sendiri baru akan menyusul dua minggu kemudian. Permoho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN