Pagi ini, suasana di kamar Dhannis dan Ina terasa lebih tenang dari biasanya. Di luar, matahari baru saja menyibak tirai pagi dengan sinarnya yang lembut. Tapi di dalam kamar utama, semuanya masih terasa enggan bergerak. Selimut masih membungkus tubuh Ina rapat - rapat, dan tidak ada tanda - tanda ia akan segera bangkit dari ranjang. Biasanya, Ina yang paling pagi. Dia yang pertama bangun, masuk kamar mandi, lalu sibuk memilih baju kerja, baik untuk dirinya maupun Dhannis sambil sesekali mengomel soal meeting atau pesan w******p dari resto. Tapi pagi ini berbeda. Ia hanya meringkuk di balik selimut, bahkan tidak menyapa Dhannis yang sudah duduk di tepi ranjang sambil mengecek ponselnya. Dhannis menoleh, memandangi gundukan selimut itu dengan dahi mengerut. Ia tahu sesuatu tidak biasa sed

