Bab 151

2396 Kata

Pagi itu suasana rumah terlihat tenang seperti biasa. Cahaya matahari masuk dari jendela besar, udara terasa segar, dan suara langkah pelayan terdengar pelan dari arah dapur. Di ruang keluarga, Vania duduk dengan posisi nyaman sambil mengusap perutnya. Sesekali ia tersenyum sendiri, mengingat kejadian konyol tentang donat rasa tomat kemarin. Di lantai, Jelita duduk sambil membuka laptop, mencoba mengerjakan tugas, meskipun sesebkali matanya melirik Vania. “Kalau kamu minta makanan aneh lagi hari ini, aku kabur dari rumah,” katanya tanpa menoleh. Vania tertawa kecil. “Aku belum kepikiran.” “Jangan kepikiran.” “Tidak janji.” Jelita menghela napas. “Tolong normal.” Namun sebelum percakapan mereka berlanjut, suara mobil terdengar masuk ke halaman. Jevan pulang lebih cepat dari biasan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN