Bab 99. Dinyatakan Kritis

1344 Kata

Di luar ruang operasi, keluarga besar mulai berdatangan. Papa Banyu berlari tergesa bersama Mama Olivia dan Oma Widya. Wajah mereka panik, air mata tak berhenti mengalir. Begitu melihat Indira, Mama Olivia langsung memeluk Indira erat. “Indira … apa yang terjadi sama Adnan. Bagaimana keadaan Adnan?!” Indira hanya bisa menggeleng, suaranya serak. “Maafkan aku, Mah. Mas Adnan masih di operasi, Mah … banyak kehilangan darah.” Papa Banyu menatap pintu operasi dengan mata merah. Tangannya mengepal kuat. “Anakku … harus bertahan. Aku tidak akan biarkan dia pergi begitu saja.” Oma Widya hampir jatuh pingsan di kursi rodanya, namun dijaga oleh Vivi dan Kania. Tangisnya pecah. “Cucu Oma … ya Allah, selamatkan dia.” Ketegangan menyelimuti lorong rumah sakit. Semua hanya bisa berdoa, menanti kea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN