Tepuk tangan riuh terdengar ketika hantaran terakhir selesai diperlihatkan. Suasana di ruang tamu rumah sederhana itu begitu hangat. Lampu-lampu gantung kecil yang dipasang di langit-langit tenda berkilau, menambah kesan sakral pada acara siang itu. Para tetangga berdiri berdesakan di luar pintu dan jendela, ikut menyaksikan momen bahagia Indira dan Adnan. “Baiklah,” suara MC dari pihak keluarga Adnan mengumumkan, “kita masuk ke acara selanjutnya: pemasangan cincin lamaran.” Indira merasakan telapak tangannya basah. Ia menunduk, jantungnya berdentum begitu cepat seakan tak mampu dikendalikan. Di hadapannya, Adnan duduk tenang dengan senyum lembut yang menenangkan. Mama Olivia mengambil kotak kecil beludru merah, membukanya perlahan. Sinar cincin emas putih dengan mata berlian kecil berk

