Bab 152. Extra Part 3

1340 Kata

Adnan menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Pesan mengerikan yang diterima Indira masih terbayang jelas di kepalanya. Ia tak ingin menunggu lebih lama. Tangannya cepat menekan nomor Regan. “Regan, datang ke mansion sekarang juga,” ucapnya tegas, nyaris tanpa jeda napas. “Bawa dua ajudan tambahan. Aku butuh orang untuk jaga rumah dan kawal keluarga. Ini penting.” Suara Regan di seberang terdengar waspada. “Terjadi sesuatu, Pak?” “Datang saja dulu. Aku jelaskan di sini. Jangan buang waktu.” “Baik, Pak. Saya berangkat sekarang.” Adnan menutup telepon, menatap Indira yang masih duduk di sofa dengan wajah pucat. Alyana sudah tertidur di pangkuannya. Di sisi lain, Ian duduk diam di sofa, menatap layar TV yang menampilkan film kartun tapi pikirannya jelas tak di sana. Adnan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN