"Jelas dong! Aku tetap kuat kerja, tetap gagah, tetap ganteng, Om.” Adnan menunjuk dirinya sendiri dengan gaya sok. Indira geleng-geleng kepala. “Ya Allah … tiap hari aja isinya kalian berdua berdebat. Aku sama Mbak Yanna sampe bosen dengerin.” Yanna ikut tertawa, meski tangannya masih digenggam erat Darius. “Mas, udahlah. Jangan diladeni.” Darius masih bersungut-sungut. “Tapi kesel, Sayang. Seenaknya aja si Adnan itu ngomong.” “Lah, Om sendiri lebay banget.” Adnan menyambar lagi. “Bahkan kemarin aku lihat Om nyuruh Mbak Yanna jangan jalan lebih dari sepuluh langkah. Kira-kira bayi kembar bisa lahir sehat kalau bundanya cuma rebahan melulu?” “Diam kamu, Adnan! Kamu belum tahu teori menjaga rahim di trimester pertama.” “Teori apaan? Yang ada itu teori buatan Om Darius, spesialis prote

