Bab 27. Akan Menikah

1277 Kata

“Alzena.” Zena menoleh ke belakang. Tanpa banyak kata ia berhamburan ke pelukan Justin. Kalau sudah menyangkut Geraldy, Zena selalu lemah. Padahal yang berkhianat di sini pria itu, tetapi kenapa semakin Zena membenci, semakin sesak hatinya. Dipeluk mendadak oleh Zena, Justin hanya menghela napas. Apalagi saat mendengar isakan kecil dari wanita itu. jujur, Justin sangat tidak suka melihat dan mendengar Zena menangis. Tangan Justin terangkat, mengusap lembut punggung Zena. Tubuh wanita itu bergetar, ia benar-benar tak bisa menahan tangisan yang didominasi oleh kemarahan. Untuk sejenak Justin memilih diam, pria itu tak mengeluarkan sepatah katapun. Karena menurut Justin, apapun yang akan dia sampaikan, tidak akan diterima baik oleh Zena. Alhasil omongannya akan percuma. “Kenapa aku harus n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN