"Aku berangkat dulu ya, Sa? Kamu jadi ke rumah bunda apa engga? Kalau jadi bareng aja, aku antar kamu sama Larissa." Hening. "Sa? Jadi ngga?" Pertanyaan demi pertanyaan yang Wildan lontarkan tak kunjung mendapat jawaban. Ditatapnya Allysa yang sedang memperhatikan Larissa di dalam box. Wildan bingung, apa iya istrinya itu tidak mendengar? Rasanya sangat tidak mungkin karena jarak mereka tidak terlalu jauh. Perlahan namun pasti, Wildan berjalan mendekati Allysa. Tangan pria itu terulur menyentuh pundak istrinya. "Sa? Kamu dengar aku bicara ngga? Kamu mau ke rumah bunda atau Ayna? Aku antar, pulangnya nanti aku jemput." Setelah memastikan anaknya tidur tubuh Allysa berputar. Masih dengan muka datarnya dia menatap lekat pria yang kini berdiri di depannya. Hati Allysa sangat bergemuruh,

