Langsung Tidur?

1052 Kata

"Bunda lihat dari pagi kamu ngga ada nemuin adiknya, Sa." "Emang aku harus ngapain, Bun? Ikut bergabung sama mereka jadi bertiga? Atau ikut nyanyi kayak yang lain?" Sahutan tidak bersahabat Allysa membuat Anggun menghela napasnya. Niatnya bertanya bukan seperti itu, tapi tanggapan anak sulungnya sangat tidak mengenakkan. Sejak awal acara Allysa memang ada, tetapi dia tidak ada interaksi dengan Ayna. Jangankan interaksi hangat, saling tegur saja tidak ada. "Lalu bagaimana dengan kamu? Kapan Wildan mau ketemu sama Bunda? Sa, soal kehamilan Ayah kamu belum tau. Kalau kamu terus ngulur, perut semakin besar, apa ngga jadi masalah?" tegur Anggun memperingati. Bukan tidak tahu tepat, justru karena Anggun sayang dia tidak mau anaknya menyesal. Masalah itu. Allysa mengumpat di dalam hati. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN