"Tadi sebetulnya kakakmu mau ikut ke sini, Na, cuma Bunda ngga kasih. Udah berapa bulan hubungan kalian renggang bahkan ngga tegur sapa? Seperti yang sering Bunda bilang, Allysa memang buat kesalahan fatal. Dia nyakitin dan hancurin kamu. Tapi mau bagaimanapun dia kakak kandung kamu, saudara satu-satunya. Na, kamu bukan hidup di masalalu, tapi untuk masa depan." Ayna terdiam mendengarkan apa perkataan Anggun. Saat ini Ayna tidak ada niat menimpali, dia memilih menunggu apa yang akan wanita itu katakan. Setelah membahas soal kemungkinan kehamilan, kini keduanya sedang duduk santai di halaman belakang. Cuaca sejuk dibarengi angin yang berhembus membuat perasaan nyaman dan tentram. "Mungkin buat Bunda, hidup Bunda ngga akan lama lagi. Tapi engga dengan kalian. Kalian masih muda, perjalanan

