"Ini semua maksudnya apa, Sa? Kontrak kamu diputus? Lalu hasil ini?" Allysa bungkam. Tubuh yang masih lemas sepertinya tidak akan menyurutkan kegaduhan yang akan terjadi. Hari ini Allysa merasa kesialan sedang berpihak padanya. Setelah Wildan yang belum jelas, kini kabar kehamilannya sudah terbongkar karena sejak pagi dia merasa mual-mual bahka hampir pingsan. Seribu alasan Allysa berikan kepada pihak perusahaan, tetapi mereka tetap ngotot membawanya ke rumah sakit. Alhasil semua yang Allysa tutupi terbongkar dengan sendirinya. Bukan hanya itu, saat ini Ibra turut datang ke rumah sakit karena ditelepon oleh Brain–manajernya. "Kamau hamil, Sa? Tatap Ayah!" bentak Ibra. Kesabaran pria itu sedikit menipis karena sejak kemarin banyak pekerjaan yang mengantri untuk diselesaikan. Tapi lihatla

