Kedatangan Ibra yang tiba-tiba membuat suasana berubah. Walaupun awalnya terjadi ketegangan, pada akhirnya ketegangan itu mencair. Padahal Ayna sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai pembicaraan. Tapi siapa sangka Ibra sudah lebih dulu menggendong Larissa dari dalam box. "Cucu Opa," ujar Ibra, mencium gemas pipi Larissa. Rasa kesal dan sakit hati memang masih terselip di hati, tetapi Ibra juga paham kalau bayi di dalam gendongannya tidak bersalah. Yang bersalah hanya kedua orangtuanya. Maka dari itu tidak ada alasan bagi Ibra untuk membenci cucu pertamanya. Melihat itu hati Allysa berdesir. Karena jujur saja, dari semenjak hari ketiga lahiran, Ibra sama sekali tidak datang. Pria itu hanya hadir saat dirinya melakukan persalinan. Walaupun begitu Allysa tahu kalau Ayahnya belum memaa

