"Pak Varrel?" "Bapak?" Varrel yang tengah fokus menatap laptop berdecak. Dipanggil 'Bapak' oleh Ayna membuatnya merasa bawa anak. Walaupun sedikit kesal Varrel berusaha untuk tidak menggubris. Tubuh Varrel berputar menatap Ayna yang kini duduk di lantai. Terlihat wanita itu juga sedang menatap laptop yang dia taruh di atas sofa. "Jadwalnya besok kita pulang, Pak. Setengah pembayaran sudah selesai dan terkonfirmasi. Jadi, saya akan cari tiket un–" "Undur jadi lusa, Ay." Tunggu, tunggu. Pandangan Ayna kini mengarah kepada Varrel. Kening mulusnya mengerut seraya bertanya, "lusa? Kenapa lusa, Pak? Hari ini Bapak ada meeting, nah besok sudah free dari kegiatan. Sesuai kesepakatan jad–" "Jangan banyak tanya. Saya bilang undur ya undur, Ayna Khallisa Aurellia. Sampai sini paham?" Seperkia

