Harus Sabar

1018 Kata

"Ini kenapa otak gue jadi kosong begini ya? Tadi gue mau apa ya? Apa ambil sesuatu?" Langkah kaki Ayna terhenti. Tidak sedang main tebak-tebakan, tapi jujur saja pagi ini sangat hatrick bagi Ayna. Bangun kesiangan, kejebak macet, kurang apa lagi? Dan sesampainya di kantor otaknya blank mau mengerjakan apa dulu. Sesaat Ayna terdiam di tempat, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagu seraya berfikir. "Kamu tadi telat? Segera bawa materi meeting saya, Ay." Ayna terlonjak kaget. Sambil mengusap d**a tubuhnya berputar ke arah belakang. Tepat di depannya kini Varrel berdiri. "Iya, Pak, saya telat. Tadi dijalan kejebak macet soalnya. Maaf." Mendengar itu Varrel menghela napas panjang. Pagi ini dia memang tidak menjemput Ayna sesuai keinginan wanita itu. Tapi lihatlah apa yang terjadi, dia telat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN