“Hay…” sapa Gavin tenang, sebelum melangkah menghampiri Laura. Seketika ruangan kelas pecah jadi lautan bisik-bisik heboh. Hampir semua mahasiswa ternganga, terpana menatap ketampanan Gavin yang seolah semakin berkilau di siang itu. Ada yang iri, ada yang baper, bahkan ada juga yang langsung merutuk dalam hati—betapa beruntungnya Laura bisa “dipersunting” oleh dosen sesempurna itu. “Ya ampun, Tuhan! Pak Gavin ganteng bangeeet!” seru Anindya, menutup mulutnya sambil nyaris histeris. “Ih, fix gue nggak kuat! Aura-nya bikin jantung deg-degan!” timpal Cindy, matanya berbinar tak lepas dari sosok Gavin. Melly, yang duduk persis di samping Laura, langsung menyikut pelan sahabatnya itu. “Gila, Lauraaa... itu beneran Pak Gavin nyamperin lo? Di depan semua orang?!” bisiknya gemetar tak perc

