Sesampainya di dalam kamar, Gavin dengan hati-hati membaringkan Laura di atas ranjang. Ia lalu ikut berbaring di sampingnya, wajahnya penuh kelembutan. “Ya sudah… sekarang kita bobo, ya?” bisiknya sambil mengusap lembut pipi istrinya. “Katanya tadi kamu kangen banget sama Mas, kan? Pengin bobo bareng lagi?” godanya, pura-pura tenang meski dalam hatinya ia sendiri sudah nyaris tak kuasa menahan rindu yang menggebu. Gavin sengaja menunggu—ia ingin mendengar dari bibir Laura sendiri permintaan manja itu. “Iiiihhh… Mas Gaviiiin…” Laura merengek manja, menyembunyikan wajahnya di d**a suaminya. “Laura nggak mau langsung bobooo…” suaranya terdengar seperti bisikan nakal, penuh rindu yang tertahan. Gavin mengangkat alis pura-pura heran. “Lho? Nggak mau langsung bobo? Terus, kamu mau diapai

