Begitu tiba di cipete, Dhevi harus menunggu Bian bangun dulu dan tentu saja dia bosan. Selagi ada yang lengah, dia menggoyangkan tangan Bian agar bocah itu segera bangun. Dhevi mengajak Bian masuk ke dalam ruang mainan, tempat dia dan kakak - kakaknya biasa bermain. Ruangan yang tidak terlalu luas hanya kisaran lima belas meter persegi. Begitu masuk ada karpet tebal dengan pendingin ruangan yang sudah menyala. Warna tembok terang dan di kombinasi dengan wallpaper sebagian. Dea memang mencari referensi ruang bermain yang nyaman dan sesuai dengan usia Triplet, setidaknya itu salah satu usaha mengalihkan mereka dari studio milik Dio. Ruangan ini tampak rapi dan bersih tanda memang selalu dibersihkan setiap hari, Dea agak strict urusan kebersihan dan kerapian. Anak - anaknya juga sudah diaj

