Pak Samiaji sudah menyuruh orang untuk mengeluarkan barang - barang milik Ina yang ada di rumah peninggalan Erwin. Walau putusan pengadilan belum diputuskan, tapi firasat pak Samiaji dan kenyataan yang ada sudah cukup kuat bahwa mereka akan kalah di putusan pengadilan. Makanya dia sudah menyuruh orang untuk membereskan rumah itu. Demikian juga uang warisan dan santunan Erwin yang pernah disimpan dalam deposito dan sempat di cairkan oleh istrinya yang bahkan sudah terpakai sebagian untuk modal kampanye, kini sudah diambil oleh pak Samiaji dan sudah juga ditutupi kekurangannya, supaya ketika pengadilan memerintahkan untuk dikembalikan, dia sudah siap. "Uang yang papa minta dari mama kemarin untuk apa? Kan itu akan mama pakai untuk dana kampanye kita," tanya bu Rima ketika pak Samiaji baru

