Ketika pintu apartemen dibuka oleh Owka, Bian yang kaget langsung menghambur kepelukkan Owka," Papap puwaaang.." Owka tentu saja terkekeh menyambut calon anak sambungnya itu yang tubuhnya masih lembab karena masih memakai baju renang yang hanya dikeringkan pakai handuk sebentar. Tadi mau dipakaikan handuk lilit sama di teteh tapi Bian tidak mau. "aa' mandi dulu yuk sama teteh, nanti masuk angin lho," ajak teteh. "Ak auu teeh ... a' andi cama papap jah," jawab Bian yang kini menarik tangan kiri Owka, sementara Owka sedang salim dan bicara dengan mama Isti. "Apa a'?" tanya Owka. "A' andi cama papap." "Mau mandi sama papap? Okehh ... lesgoh" "Egoooh," sahut Bian tidak kalah semangatnya berjalan ke arah kamar mandi, Owka mengikutinya dari belakang sambil terkekeh. Jani yang masih duduk

