Jejak sisa tangis Jani masih terlihat ketika Owka pulang, matanya terlihat agak bengkak dan memerah jelas bukan tangis biasa. "Kenapa sayang?" tanya Owka menghampirinya. Owka baru saja pulang terbang, dulu waktu awal kehamilan Jani memang sering menangis jadi dia tidak heran kalau menemui istrinya dalam keadaan begini, tapi sudah beberapa lama ini tidak pernah lagi karena masa ngidam melownya suda lewat, tadi dia menelpon istrinya sebelum take off dari Medan rasanya baik - baik saja, masa total waktu menelepon tadi sampai ketemu lagi hanya tiga setengah jam dia sudah menangis? Jani masuk dalam pelukan Owka, dia sudah tidak menangis lagi tapi masih terasa sedihnya. Owka mengusap punggung Jani pelan. "Kenapa sayang?" "Kasihan Dewi a'." "Dewi?" Kenapa Dewi?" tanya Owka heran. "Dia putu

