Yangpa

1522 Kata

Jani bergeser dari tempatnya berdiri, tepatnya berdiri persis di sebelah mama Isti yang tadi sempat dilewatinya ketika emosinya mulai naik. " Pintu itu masih terbuka, silahkan kalian pergi dan jangan pernah datang lagi ke sini. Mungkin lain waktu kita akan ketemu lagi di tempat yang berbeda dan suasana berbeda," ucap Jani dengan nada datar dan dingin. "Mama masuk aja mah," Jani membawa mamanya masuk ke dalam kamar. Bu Rima menarik paksa tangan anaknya untuk keluar dari rumah yang sudah membuatnya emosi, walaupun Ina masih enggan, rasanya dia belum puas membalas ucapan Jani yang menyerang mamanya tadi. Mobil land Cruiser hitam itu sudah meninggalkan jalanan depan rumah Jani, pintu rumah dibiarkan terbuka. Jani kini sedang menangis kejer dalam pelukan mama Isti. "Sabar ya neng ... saba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN