Sidang yang selesai pukul empat sore itu berakhir dramatik. Ina menangis meraung sampai diminta hakim untuk tenang dan dipersilahkan kalau mau mengajukan keberatan ketika dia mendengar tuntutan yang sama lamanya dengan sang mama yaitu satu tahun enam bulan. Penjara yang konon ramah pada orang beruang tidak lantas membuat tangisan Ina berhenti. Membayangkan kebebasannya terenggut saja sudah membuatnya sedih, belum lagi malunya, yang lebih berat adalah harus berpisah dari anak dan suaminya. Bu Rima dan Ina sudah diajak keluar ruang sidang lebih dulu oleh Indra. Sedangkan pak Samiaji belum. Pak Samiaji menghampiri Jani dan Owka yang masih bicara dengan pak Andreas. Dia ingin menyampaikan permohonan maaf untuk pertama kalinya kepada Jani dan dengan besar hati Jani menerimanya, dia pun memint

