Awak Media Yang Menyerbu dan Menyebabkan Kekacauan

1944 Kata

Sempat tertarik garis senyum di wajah pria yang di kenal dengan dingin dan keras pendirian itu. Tapi kemudian senyum itu segera di tarik. “Kamu sampai kapan di sini?” Tanya Swan lagi masiah bernada datar. “Ehmm…besok pagi sudah terbang ke Pekanbaru-Riau, Pa.” Jawab Zoya dengan santun. “Sampai kapan kamu kerja di luar kota?” Tanya Swan. “Minggu ini terakhir, Pa.” “Ya sudah, setelah itu sisakan waktu untuk liburan keluarga bersama Ziont dan Demian. Papa akan siapkan semuanya…” tutur Swan dengan suara rendah. Zoya menatap kearah sang papa mertua dengantatapan takk percaya jika pria di hadapannya ini akan melunak dengan mudah. Apakah ini pertanda bahwa ini adalah lampu hijau untuk kami? Atau ini hanya cara buat papa misahin kami atau apakah ini? Apakah papa sudah tahu kalau kak Mariska

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN