Problematika Kehidupan Percintaan Setiap Manusia Hampir Mirip

1962 Kata

Siang itu, matahari mulai mendekap hangat dunia dan seluruh isinya. Sayangnya, cerah siang ini berbeda dengan mendung yang sedang menghiasi wajah cantik sang designer muda nan berbakat itu. Rasa gundah yang sejak tadi mencoba dia tekan sedemikian rupa, agar dia tak terlalu patah, nyatanya dia cukup gamang hanya untuk keluar dari dalam mobil. Kedua netranya memandang gamang area pelataran parkir Livingston Hospital. Berkali-kali dia menghela nafas panjang dan memejamkan mata. Entah mengapa ingin rasanya saat ini dia menghilang dari muka bumi, padahal di luaran sangat cerah. Mungkin sekitar sepuluh menit dia berusaha menetralisir dirinya, hingga akhirnya tangannya membuka pintu mobil dan mengeluarkan kaki jenjang yang terbalut sepatu berhak tinggi dengan desiign elegan. Setelah meraih tas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN