Melihat beberapa mobil yang memasuki rumah miliknya tampak Demian yang sedang bermain di taman bersama sang asisten pribadinya akhirnya berdiri dengan berkacak pinggang seolah dirinya adalah orang yang sangat berpengaruh di rumah ini. “Nek, tenang di belakang Demian. Biar Demian yang urus…” ucapnya pada asisten rumah tangga rumah itu. “Siapa kalian? Beraninya memasuki rumah ini tanpa seizin pemilik?!” Tatapan tajam milik Demian membuat Adrian menahan senyum dengan tingkah lucu dari cucu tuannya tersebut yang dia anggap sangat mirip dengan sang tuan. “Kami utusan Opa dan mama tuan muda Demian. Kami harus membawa tuan muda Demian dan papa ke rumah oma…” ucap Adrian dengan santun karena walau bagaimanapun Demian adalah cuuc dari tuannya. “Utusan opa dan mama? Apa maksud kamu? Jangan beran

