Kebahagiaan keluarga Livingston -END

1723 Kata

“Lihatlah keras kepalanya anak kamu, Sayang…” keluh tuan Swan sembari menyeruput kopi dalam gelas di tangannya. “Mama juga merasa aneh, Sayang. Kenapa Zidan bisa sekeras kepala itu. Kayaknya dia itu gak mau tersaingi ama Ziont sedikitpun…” Windy lemas melihat tingkah puteranya. “Kamu makanya jangan terlalu manjain dia. Dia terlalu di manjain sama uang, jadi semua di anggep sepele. Masa dia seenaknya tadi minta kerjaan sama papa karena mentang-mentang dia anak kita. Ya kalau mau kerja enakan lulus kuliah dulu lah. Ini did suruh jadi kuli gak mau, gilirang gak di kasih di bilang papa pilih kasih. Ngidam apa sih kamu dulu?” Swan menatap sang istri dengan sorot mata menggoda. “Kamu tuh. Udah di bilang anak jangan kasih kuliah di luar negeri, kamu malah kuliahin ke sana. Kan jadinya dia lose

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN