Bab 117

1962 Kata

Valentina yang sedang bermain di lantai ruang tamu, tiba-tiba ingin tengkurap. Namun, karena belum terlalu kuat, kepalanya terbentur sedikit ke lantai. Suara benturan itu membuat suasana hening sejenak, dan Valentina langsung menangis keras. Kiara yang berada tak jauh dari situ, langsung berlari menghampiri putrinya. “Valentina! Sayangku, apa kamu baik-baik saja?” seru Kiara panik, menunduk untuk menggendong Valentina dalam pelukannya. Matanya berkaca, khawatir melihat ekspresi putrinya yang menangis sambil memegangi kepalanya. Albert segera mengikuti, langkahnya cepat, menatap Valentina dan kemudian menatap Kiara. “Mommy… jangan khawatir, Daddy ada di sini,” ucapnya menenangkan sambil menepuk lembut bahu Kiara. Valentina masih menangis kecil di pelukan Kiara, matanya berkaca. Kiara men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN