Suara tangisan Valentina memecah kesunyian sore itu. Tangisan yang nyaring dan penuh rasa panik, menggema di seluruh sudut mansion Alden. Cassandra yang sedang duduk di ruang tamu segera berlari ke arah kamar tempat bayi mungil itu berada. Dengan napas terengah, dia menggendong Valentina yang sudah merah wajahnya, berusaha menenangkan dengan suara lembut. “Shh… tenang, sayang… Mommy-mu cuma di taman belakang,” ucap Cassandra lembut, tapi tangisan Valentina tak kunjung reda. Suaranya justru semakin keras, membuat suasana mansion terasa kacau. Beberapa detik kemudian, langkah tergesa terdengar dari arah halaman. Kiara muncul dengan rambut yang sedikit berantakan, wajah panik, dan napas terburu. “Ada apa?!” serunya sambil mendekat. Cassandra menoleh lega. “Dia tiba-tiba menangis, Kiara. A

