Bab 173

758 Kata

Malam di hotel tepi pantai itu terasa lembut dan hangat. Angin laut berembus tenang, membawa aroma asin yang samar, sementara langit di luar jendela kamar memantulkan cahaya bulan purnama yang jatuh lembut di permukaan ombak. Albert membuka tirai kamar perlahan, membiarkan cahaya perak bulan menembus ruangan dan menyentuh wajah Kiara yang tampak teduh di bawah sorot lampu temaram. Kiara duduk di kursi dekat balkon, mengenakan gaun putih sederhana yang dibawanya dari rumah. Rambutnya dibiarkan terurai, dan matanya masih menatap laut yang luas. Dari cara dia memeluk kedua lengannya, Albert tahu Kiara masih menyimpan sedikit perasaan marah, sekaligus kecewa. Ia berjalan mendekat perlahan, meletakkan secangkir teh hangat di atas meja kecil, lalu duduk di depannya. "Teh hangat, tanpa gula, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN