Bab 184

850 Kata

Victoria menendang lantai beton dengan kaki yang gemetar. Tangannya yang terikat di belakang terus berusaha melepaskan diri meski pergelangannya memerah. Lampu kuning redup di atas kepalanya berkedip-kedip, membuat bayangannya bergerak seperti hantu yang menyeringai balik. “LEPASKAN AKU!!” teriak Victoria dengan suara parau. “AKU BILANG LEPASKAN AKU! KALIAN TIDAK TAHU SIAPA AKU! AKU—” Suara langkah kaki terdengar dari belakang pintu. Victoria langsung terdiam. Napasnya tercekat. Matanya melebar. “SIAPA ITU?! JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU!” jeritnya lagi. Pintu besi itu tidak langsung terbuka. Orang di luar hanya berdiri, membuat suara langkah yang sengaja diperlambat. Victoria bisa mendengar nafas orang itu. Berat. Tenang. Seolah menikmati rasa takutnya. “Aku bilang bukaaa—” *CLAKK!* Pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN