Bab 122

1726 Kata

Cassandra terbangun dengan tubuh berkeringat, rasa sakit di kepalanya begitu menusuk hingga membuatnya hampir tidak bisa membuka mata. Dadanya naik-turun cepat, perutnya seperti diremas, lalu mual yang begitu kuat datang tanpa ampun. Ia menahan mulutnya dengan tangan, lalu berlari tergesa-gesa ke arah kamar mandi. Begitu sampai di depan wastafel, ia membungkuk dengan lemas. Tubuhnya berguncang hebat ketika isi perutnya ingin dikeluarkan. Namun yang keluar hanya cairan putih, bukan makanan, bukan apa pun yang bisa membuatnya merasa lega. Ia memegangi tepi wastafel, wajahnya pucat, matanya berair, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. "Apa... apa yang terjadi denganku?" gumam Cassandra dengan suara parau, tubuhnya masih gemetar. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah yang bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN