Kiara berdiri di tengah halaman belakang mansion, menatap gazebo putih besar yang selama ini menjadi tempat favorit keluarganya bersantai. Sinar matahari sore menyinari rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai. Angin lembut berhembus, membuat gaun santainya sedikit berkibar. Ia menghela napas pelan, menatap halaman yang tampak tenang itu, lalu mulai memberi instruksi kepada para pelayan yang sudah bersiap di sekitar taman. “Mulai dari gazebo dulu,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh kelembutan. “Gantilah tirai-tirai ini dengan yang berwarna krem keemasan. Tambahkan lampu gantung kecil di sepanjang langit-langit, dan pastikan semua bunga yang digunakan adalah mawar putih dan lily. Albert sangat menyukai aroma lembut dari lily.” Para pelayan segera bergerak cepat, membawa gulungan kain

