Bab 155

2478 Kata

Alden menatap layar ponselnya yang kosong. Sudah dua hari sejak terakhir kali ia berhasil menghubungi Daddy-nya, Albert. Dua hari penuh ketidakpastian yang membuat hatinya bergemuruh tak menentu. Ia sudah mencoba menelepon berkali-kali, mengirim pesan, bahkan menghubungi semua bawahannya di London untuk mencari informasi, tapi tidak satu pun jawaban yang memuaskan. Semua anak buah Albert hanya memberitahu bahwa mereka belum melihat atau mendengar kabar tentang tuannya sejak malam itu. Duduk di kursi kerjanya, Alden menekuk kepala, tangannya menyentuh wajahnya sendiri. “Daddy… di mana kamu?” gumamnya lirih, suaranya pecah oleh kepanikan yang perlahan merayapi dadanya. Ia mengingat malam terakhir ketika Albert menutup telepon setelah mendengar laporan tentang serangan markas mereka. Nada ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN