Bab 103

2708 Kata

Kiara duduk di kursi goyang di kamar putrinya, Valentina, yang sedang tertidur lelap di ayunan bayi. Mata Kiara begitu lelah; lingkaran hitam di bawah matanya tampak jelas. Setiap kali bayi mungil itu menangis, hatinya ikut terguncang. Ini pengalaman pertamanya menjadi seorang ibu, dan rasa cemas bercampur lelah membuatnya kerap menangis diam-diam. Baby blues benar-benar menghampirinya, membingungkan dan menyesakkan hati. Albert yang melihat istrinya dari pintu kamar langsung bergegas menghampiri, wajahnya tampak khawatir. Ia meraih tangan Kiara dan menatap matanya lembut. “Kiara… kenapa kau begitu murung? Kau terlihat sangat lelah, aku tahu ini berat, tapi kau tidak sendirian.” Albert duduk di sebelahnya, memegang tangannya dengan lembut. Kiara menghela napas, menundukkan wajahnya. “Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN