Bonus 41: Tiga Banding Satu

2140 Kata

"Lha ... nangis?" Yang ditabrak itu Angkasa, yang nyaris oleng juga Angkasa, tetapi yang keluar air matanya justru Alisya. "Mana ada! Kelilipan gajah aja ini," gerutunya seraya memupus jejak basah di pipi. Aduh ... bukannya Ica cengeng, ya, tetapi ini air mata hasil tampung berminggu-minggu sejak dia tahu bahwa semua sudah berbeda. Angkasa lantas menjulurkan tangan dan ujung jari telunjuknya meraih dagu Ica, terkesiap sang empu dagu di sana. "Tuh, kan ... nangis." Alisya tergemap seketika. Hingga tanpa sadar tahu-tahu tangannya ditarik saja oleh Angkasa, membawa Ica lengser dari tempat sebelumnya. "Eh, mau ke mana?" Ica baru sadar, Angkasa membawanya ke area yang jauh dari kelas. Di mana sepanjang jalan yang mereka lewati, orang-orang di sana tampak menjadi pemerhati. Leher pun sampa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN